Kamis, 20 Oktober 2011

Ini kiat Pemko Medan atasi macet



MEDAN - Kemacetan yang terjadi di Kota Medan belakangan ini yang sudah sangat mengganggu aktivitas pengguna jalan. Pemko Medan nampaknya akan mengambil langkah serius untuk mengatasi masalah ini.

Menurut Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan, Syaiful Bahri, transportasi massal sebenarnya sudah disiapkan dalam konsep mass rapid transit (MRT), baik angkutan bus (busway) maupun kereta api (monorail). ”Keduanya masuk dalam konsep transportasi dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Tentu saja kita menyambut baik stimulus dari pemerintah pusat,” ujarnya, malam ini.

Mengenai anggaran, menurutnya, hal itu masih harus dikaji lebih dalam. Sebab sampai saat ini belum pernah ada kajian mendetail soal anggaran. ”Kami siap mengkaji itu.Tidak ada masalah. Dinas Perhubungan juga sudah memulainya,” bebernya kepada Waspada Online.

Berdasarkan data Dinas Perhubungan, kemacetan saat ini disebabkan pertumbuhan kendaraan tidak diikuti penambahan ruas jalan. Untuk mengatasi ini, sebelumnya juga sudah dilakukan rekayasa lalu lintas. Ke depan akan ada rencana manajemen dan rekayasa lalu lintas lanjutan di kawasan Jalan Jenderal Gatot Subroto dan sekitarnya.

Dinas Perhubungan juga berencana melakukan pengoperasian angkutan massal melalui pengadaan angkutan bus (Trans Medan) yang direncanakan pada tahap awal sebanyak 7 koridor mulai 2012. Dananya diperoleh dari Kementerian Perhubungan, Pemko Medan dan investor.

Menanggapi rencana ini, Ketua Fraksi PPP DPRD Medan, Ahmad Parlindungan Batubara mengatakan, pembangunan jaringan transportasi massal di Kota Medan sangat mendesak. Soalnya,jumlah penduduk dan kendaraan terus meningkat.

”Kami menilai perlu dibangun kesepakatan kerja sama dengan berbagai pihak untuk mendorong percepatan realisasi pembangunan jaringan transportasi tersebut,” katanya.

Belum Optimal Kurangi Kemacetan



SURABAYA –Dianggap belum optimal sejak diresmikan pertengahan bulan Mei lalu, Dinas Perhubungan Kota Surabaya bersama Satlantas Polwiltabes akan melaksanakan rekayasa lalu lintas lanjutan di Froand Road ( FR ) Jalan A Yani.


Kasubdid Rekayasa lalu lintas Dishub Kota Surabaya Tunjung Irwandaru saat ditemui di gedung DPRD Surabaya mengatakan, dibandingkan rekayasa lalu lintas yang sudah diterapkan, akan ada perubahan yang cukup signifikan di FR A Yani. Ada tiga perubahan mendasar. Pertama; kendaraan yang melintas di FR boleh putar balik masuk Jl Ahmad Yani menuju ke utara. Jika selama ini putar balik itu dilakukan di u-turn Jl Margorejo, kini tidak lagi. “Dari evaluasi kami putaran balik dijalan menimbulkan kemacetan yang luar biasa, oleh sebab itu U-turn di Margorejo akan kita tutup,” ujarnya.


Yang kedua lanjut Tunjung, kendaraan yang melaju di FR boleh masuk ke Jl Ahmad Yani di pertigaan Margorejo itu. Di kawasan itu kini telah dipasangi traffic light untuk mengatur putar balik dan kendaraan yang lurus hendak masuk Jl Ahmad Yani menuju ke selatan. Sedangkan perubahan yang ketiga adalah perlintasan KA dekat SDN Margorejo atau biasa disebut Margorejo Stal, jalan akan dibuat searah khusus untuk jalur masuk kendaraan ke FR.


Dari rekayasa yang selama ini telah diterapkan, jalur tersebut akan kebalikannya. Yaitu perlintasan KA itu hanya dipakai untuk pintu keluar kendaraan dari FR menuju Jl Ahmad Yani. “Mulai besok (hari ini, red) dibalik. Dari FR ke Jl Ahmad Yani distop, sedangkan dari Jl Ahmad Yani ke FR silakan masuk,” papar Tunjung.


Ia mengatakan Dishub dan Satlantas Polwiltabes telah menyiapkan semua piranti untuk rekayasa jalur lalu lintas yang baru ini. Di antaranya Dishub mengepras median jalan (separator) sepanjang sekitar 8 meter di Jl Margorejo dekat traffic light. Pengeprasan ini untuk memperlancar kendaraan dari FR yang akan masuk ke Jl Ahmad Yani.


Sementara itu Kepala Dishub Eddi mengatakan pihaknya akan melakukan evaluasi atas rekayasa lalu lintas yang baru ini. Menurut dia, sementara ini rekayasa tersebut masih sebatas uji coba. Tetapi jika dinilai berhasil maka akan diberlakukan terus.


“Dalam masa uji coba, kita akan kerahkan personil mengatur lalu lintas di kawasan ini. Nantinya akan ada evaluasi-evaluasi untuk menilai upaya rekayasa lalu lintas ini,” tukasnya. to,ov
 

Arus Lalu Lintas di Jalan Kalimalang Dialihkan


Image Unavailable Peristiwa jebolnya tanggul dan pintu air Kalimalang, Durensawit, Jakarta Timur, Rabu (31/8) membuat arus lalu lintas di sekitar lokasi tersendat. Apalagi di lokasi tersebut saat ini terdapat tiga alat berat yang diparkir di pinggir jalan untuk perbaikan tanggul dan pintu air tersebut.

Untuk mengantisipasi agar tidak terjadi kemacetan parah, Satuan Wilayah Lalulintas (Satwilantas) Polrestro Jakarta Timur melakukan pengalihan lalu lintas.

Pengalihan arus lalu lintas diberlakukan sejak pagi hari pukul 08.00. Kendaraan dari arah Halim Perdanakusuma yang menuju Bekasi dialihkan ke Jl Radin Inten, Durensawit. Kemudian belok kanan ke Jl Raya Pondok Kelapa dan kembali menuju Jl Raya kalimalang. Kendati begitu masih ada pengendara sepeda motor yang nekat menerobos sehingga lalu lintas menjadi macet. Sedangkan dari arah Bekasi menuju Halim, tidak dilakukan pengalihan lalu lintas namun laju kendaraan berjalan lambat karena adanya kendaraan alat berat yang diparkir di pinggir jalan.

Kasat Lantas Polrestro Jakarta Timur, AKBP Sudharsono, mengatakan, pengalihan arus lalulintas dilakukan untuk menghindari terjadinya kemacetan lalu lintas yang cukup parah. "Pengalihan arus lalu lintas ini dilakukan hingga perbaikan tanggul dan pintu air ini selesai," ujarnya, Jumat (2/9).

"Volume kendaraan semakin meningkat, alternatifnya adalah ya harus dilakukan pengalihan arus, agar tidak terjadi kemacetan," katanya. Apalagi mulai hari ini jalur tersebut sudah dipadati kendaraan bermotor dari arus balik lebaran Idul Fitri 1432 H.

Jika kemacetan lalu lintas semakin parah, maka akan dilakukan rekayasa lalu lintas lanjutan. Kendaraan dari arah Bekasi, dialihkan menuju Jl Pondok Kelapa dan Jl Lampiri, kemudian menuju Jl Jatiwaringin. Pengalihan berlaku bagi arus sebaliknya. Karena itu, ia berharap perbaikan tanggul ini cepat selesai sehingga tidak mengganggu lalu lintas.
Reporter : nurito | Editor : agus