MEDAN - Kemacetan yang terjadi di Kota Medan belakangan ini yang sudah sangat mengganggu aktivitas pengguna jalan. Pemko Medan nampaknya akan mengambil langkah serius untuk mengatasi masalah ini.
Menurut Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan, Syaiful Bahri, transportasi massal sebenarnya sudah disiapkan dalam konsep mass rapid transit (MRT), baik angkutan bus (busway) maupun kereta api (monorail). ”Keduanya masuk dalam konsep transportasi dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Tentu saja kita menyambut baik stimulus dari pemerintah pusat,” ujarnya, malam ini.
Mengenai anggaran, menurutnya, hal itu masih harus dikaji lebih dalam. Sebab sampai saat ini belum pernah ada kajian mendetail soal anggaran. ”Kami siap mengkaji itu.Tidak ada masalah. Dinas Perhubungan juga sudah memulainya,” bebernya kepada Waspada Online.
Berdasarkan data Dinas Perhubungan, kemacetan saat ini disebabkan pertumbuhan kendaraan tidak diikuti penambahan ruas jalan. Untuk mengatasi ini, sebelumnya juga sudah dilakukan rekayasa lalu lintas. Ke depan akan ada rencana manajemen dan rekayasa lalu lintas lanjutan di kawasan Jalan Jenderal Gatot Subroto dan sekitarnya.
Berdasarkan data Dinas Perhubungan, kemacetan saat ini disebabkan pertumbuhan kendaraan tidak diikuti penambahan ruas jalan. Untuk mengatasi ini, sebelumnya juga sudah dilakukan rekayasa lalu lintas. Ke depan akan ada rencana manajemen dan rekayasa lalu lintas lanjutan di kawasan Jalan Jenderal Gatot Subroto dan sekitarnya.
Dinas Perhubungan juga berencana melakukan pengoperasian angkutan massal melalui pengadaan angkutan bus (Trans Medan) yang direncanakan pada tahap awal sebanyak 7 koridor mulai 2012. Dananya diperoleh dari Kementerian Perhubungan, Pemko Medan dan investor.
Menanggapi rencana ini, Ketua Fraksi PPP DPRD Medan, Ahmad Parlindungan Batubara mengatakan, pembangunan jaringan transportasi massal di Kota Medan sangat mendesak. Soalnya,jumlah penduduk dan kendaraan terus meningkat.
”Kami menilai perlu dibangun kesepakatan kerja sama dengan berbagai pihak untuk mendorong percepatan realisasi pembangunan jaringan transportasi tersebut,” katanya.